Selamat Datang

"Selamat datang di blog Nurdin Syariati, jadikan blog ini sebagai wadah untuk saling tukar menukar informasi demi tercapainya Indonesia yang jaya sebagai negara yang berdaulat dan bermartabat"
MERDEKA 100 % !!!!!!!!!

Minggu, 06 Januari 2013

Quick Count JSI, Anwar-Sumisi Menang di Pilkada Morowali

MOROWALI - Hasil quick count Jaringan Suara Indonesia (JSI) menunjukkan pasangan Anwar Hafid-Sumisi Marunduh menang di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang digelar, Selasa (27/11) hari ini. Pasangan nomor urut dua itu meraih 44,12 persen suara, jauh meninggalkan suara yang diperoleh pesaingnya. Direktur Riset JSI, Eka Kusmayadi mengatakan Anwar-Sumisi unggul di tiga zona dari empat calon lainnya. "Quick count ini melibatkan 55566 pemilih yang menyebar proporsional di 213 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dijadikan sampel dan dipilih secara acak di seluruh Kecamatan. Data yang masuk sebanyak 96,82 persen dengan tingkat kepercayaan kurang lebih satu persen," kata Eka dalam rilisnya kepada JPNN, Selasa (27/11). Berdasarkan hitung cepat JSI, empat pesaing Anwar-Sumisi masing-masing dengan perolehan suara Burhan H. Hamading-Huragas Talingkau (5,05 persen), Andi Muhammad-Saiman Pombala (7,02 persen), Ahmad H.Ali (H.Matu) dan Jakin Tumakaka (23,26 persen), Chaeruddin Zen dan Delis Julkarson Hehi (20,55 persen). Eka mengatakan dari 79,75 persen tingkat partisipasi pemilih, pasangan Anwar-Sumisi unggul di tiga daerah pemilihan (Dapil). Dapil-1 yang mencakup Bahodopi, Bungku Pesisir, Bungku Selatan, Bungku Tengah , Bungku Timur, Menui Kepulauan, Anwar-Sumisi meraup 38,32 persen suara. Sedangkan Dapil-2 meliputi Bumi Raya, Bungku Barat, Lembo, Lembo Raya, Mori Atas, Mori Utara, Witaponda memperoleh 48,67 persen. Dapil-3 yang terdiri dari Kecamatan Bungku Utara, Mamosalato, Petasia, Petasia Timur, Soyojaya, Anwar-Sumisi kembali menang dengan suara 44,59 persen. "Dengan perolehan suara ini, bisa dipastikan Anwar-Sumisi memenangi Pilkada Morowali tanpa mendahului keputusan KPU Morowali. Tapi hasil resminya kita menunggu pleno yang akan dilakukan KPU Morowali," katanya. (awa/jpnn)

Senin, 07 Juni 2010

Pilkada Sukoharjo, Wardoyo tetap unggul

Sukoharjo (Espos)–Perolehan suara resmi hasil Pilkada Sukoharjo pasangan calon bupati Wardoyo Wijaya-Haryanto (War-to) di sejumlah kecamatan tetap unggul. Hal itu diketahui dari hasil rekapitulasi suara yang dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di sejumlah kecamatan.

Berdasar data yang diterima Espos, hasil rekapitulasi suara di PPK Grogol, pasangan War-to unggul dengan meraih 29.212 suara, disusul oleh pasangan Titik Bambang Riyanto-Sutarto (TBR-Tarto) yang meraih 12.161 suara dan pasangan Mohamad Toha-Wahyudi (Ha-di) dengan suara 11.933. Di Grogol, dari 85.066 pemilih dalam DPT, yang berpartisipasi mencapai 57.565 dengan suara sah 53.306 dan suara tidak sah 4.259.

Kondisi yang sama juga di Kecamatan Polokarto yang melakukan rekapitulasi, Sabtu (5/6). Pasangan War-to menang meraih suara 16.506, sementara TBR-Tarto hanya 13.714 suara dan pasangan Ha-di 8.502.

Anggota PPK Polokarto Susilo mengatakan, rekapitulasi rampung dilakukan dengan hasil pasangan War-to meraih suara terbanyak.

“Kami sudah melakukan rekapitulasi, semua berjalan aman dan tidak ada masalah ataupun protes. Sesuai hasil penghitungan cepat War-to unggul,” katanya, di Polokarto.

Sementara itu, Anggota KPU Sukoharjo Yulianto Sudrajat mengatakan, proses rekapitulasi sudah mulai dilakukan PPK sejak tanggal 4 Juni lalu yang dilakukan Kecamatan Mojolaban. Tanggal 5 rekapitulasi serentak dilakukan di sembilan kecamatan masing-masing Sukoharjo, Bulu, Polokarto, Tawangsari, Weru, Baki, Nguter, Bendosari dan Grogol. Sedangkan dua kecamatan lainnya memilih rekapitulasi Minggu yakni, Kecamatan Gatak dan Kartasura.

Hasil Pilkada Sukoharjo | Wardoyo Menang Versi Quick Count

SUKOHARJO—Sentuhan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dalam kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sukoharjo beberapa hari lalu, rupanya masih terbilang manjur juga. Hal itu terbukti dalam pesta pemilihan yang berlangsung Kamis (3/6) kemarin.
Quick count yang digelar oleh tiga lembaga, yakni Desk Pilkada Jateng, KPU Sukoharjo dan Jaringan Suara Indonesia (JSI), untuk sementara menempatkan pasangan Wardoyo Wijaya-Haryanto (War-To) di tempat teratas mengungguli dua rivalnya dengan selisih suara yang lumayan besar.

Hasil sementara tersebut, otomatis tidak berbeda jauh dari prediksi yang telah berkembang di masyarakat, maupun dari beberapa pengamat politik. Sebelumnya, pengamat politik dari UMS, Aidul Fitriciada dan dari Univet Bantara Sukoharjo, Joko Suryono memprediksi kemenangan untuk pasangan War-To dengan beberapa argumentasi rasional.
Menurut rekapitulasi KPU Sukoharjo sampai pukul 19.40 WIB, War-To yang didukung PDIP, PKS dan PPP itu unggul dengan perolehan suara mencapai 192.770 (48,98 persen). Disusul pasangan Titik Suprapti-Sutarto (TBR-Tarto) dengan 119.478 suara (30,36 persen), dan di posisi terakhir Moh. Toha-Wahyudi (Ha-Di) dengan 81.350 suara (20,67 persen).
Ketua KPU Sukoharjo, Kuswanto mengatakan, hasil itu belum bersifat final karena sampai saat ini baru mencapai 393.598 suara yang baru masuk dari total daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 667.744 orang.
“Kita perkirakan, hasil suara akan masuk semua baru hari Jumat (4/6) besok, dan untuk sementara pasangan War-To memang unggul dari dua rivalnya,” ujar Kuswanto.
Demikian pula dengan perhitungan oleh Desk Pilkada Jateng yang bekerja sama dengan Kesbangpolinmas. Menurut penghitungan versi ini, pasangan War-To berhasil menungguli pasangan TBR-Tarto yang diusung Golkar dan PBB maupun Ha-Di yang didukung PKB, Demokrat dan PAN.
Kepala Kesbangpolinmas Lasiman menjelaskan, hasil rekapitulasi sudah selesai 100 persen, dengan hasil pasangan War-To unggul 49 persen dibandingkan pasangan lainnya. Untuk melakukan penghitungan cepat tersebut, jelas Lasiman, pihaknya mengikutsertakan dua personel per kecamatan.
Kemenangan Merata
Uniknya, kemenangan sementara pasangan War-To tersebut terbilang merata di 12 kecamatan yang ada di Sukoharjo serta merata pula di total lima zona yang ada. Menurut paparan Jaringan Suara Indonesia (JSI), di seluruh kecamatan, persentase suara War-To berkisar 41,27 persen hingga 73,41 persen. Sementara TBR-Tarto berkisar antara 17,87 persen hingga 36,94 persen. Sedangkan pasangan Ha-Di berkisar 8,72 persen hingga 30,03 persen.
Quick count oleh JSI tersebut dilakukan di 260 TPS yang tersebar di seluruh kecamatan, menggunakan teknik sampling dan dikerjakan oleh 260 relawan. Dari penghitungan cepat itu, tingkat partisipasi masyarakat mencapai 62,60 persen dengan sampling eror kurang lebih satu persen.
Dari paparan JSI, kemenangan pasangan War-To kemungkinan oleh beberapa hal, salah satunya euforia kampanye yang selalu diciptakan di seluruh wilayah Kabupaten Sukoharjo.
“Totalitas relawan dan konsolidasi dalam tubuh partai bagus,” jelas Wakil Direktur Eksekutif JSI, Fajar S Tamin, Kamis (3/6).
Terpisah, Ketua Tim Sukses pasangan TBR-Tarto mengucapkan selamat atas keunggulan sementara pasangan War-To.
Sementara Wardoyo saat ditemui di kediamannya mengaku sangat bersyukur. Ia menegaskan kemenangan itu merupakan kemenangan rakyat Sukoharjo dengan PDIP dan partai pendukung serta Ormas lainnya.
dikutip dari :http://www.harianjoglosemar.com/berita/wardoyo-menang-16933.html

Quick Count JSI: PDIP Unggul di Pilkada Sukoharjo

Posisi kedua ditempati Titik Suprapti-Sutarto calon yang diusung Partai Golkar.

VIVAnews - Penghitungan cepat atau quick count Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sukoharjo yang dilakukan Jaringan Suara Indonesia (JSI) memenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Wardoyo Wijaya-Haryanto (Warto) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dengan perolehan suara 49,12 persen.



Posisi kedua ditempati Titik Suprapti-Sutarto (TBR-Tarto) dengan hasil suara 29,60 persen, yang diusung partai Golkar. Sementara posisi tiga ditempati calon dari Partai Amanat Nasional(PAN), Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Moh Toha-Wahyudi (Hadi) dengan perolehan suara 21,28 persen.

Wakil Direktur Eksekutif JSI, Fajar S Tamin mengatakan, kunci kemenangan pasangan PDIP, karena peran Megawati Soekarnoputri yang datang berkampanye ke Sukoharjo. Selain itu, pasangan ini cukup efektif dalam menggerakkan kekuatan para relawan.

"Yang paling harus digaris bawahi adalah kekuatan relawan. Pasalnya, dua kandidat pasangan lainnya tidak begitu baik dalam menggerakan kekuatan relawannya. Selain itu, isu yang diangkat selama kampanye juga lebih menjual dibandingkan pasangan lainnya," ujarnya.

Direktur Riset JSI, Eka Kusnayadi mengatakan pada Pilkada Sukoharjo kali ini diikuti sebanyak 657.774 pemilih. Sedangkan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdapat 1318 TPS.

"Dari jumlah TPS tersebut kita mengambil sampel sekitar 260 TPS. da jumlah relawan yang diturunkan sebanyak 260 orang untuk menghitung di TPS tersebut," kata dia saat jumpa pers pengumuman hasil quick count di Hotel The Sunan Solo, Kamis, 3 Juni 2010.

Rabu, 02 Juni 2010

Quik Count Kpud Sukoharjo kandeng Jaringan Suara Indonesia (JSI)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo menggandeng Jaringan Suara Indonesia (JSI) untuk melakukan perhitungan cepat atau quick count hasil perolehan sementara suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dihelat 3 Juni mendatang.

Ketua KPU Sukoharjo Kuswanto mengatakan, dengan program quick count, maka Cabup terpilih dengan perolehan suara terbanyak langsung bisa diketahui.

“Hasil Pilkada bisa langsung diketahui, kami perkirakan pukul 15.00 WIB sudah diketahui sebab kami menggunakan metode quick count, kebetulan JSI mau bekerja sama dengan kami,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (1/6) di ruang kerjanya.

Dia menambahkan, untuk mendukung quick count, pihak JSI bakal melibatkan sekitar 260 tenaga relawan yang akan ditempatkan di sebagian tempat pemungutan suara (TPS). Sebagian besar relawan tersebut merupakan mahasiswa dari Yogyakarta dan Semarang.http://www.solopos.com/2010/sukoharjo/kpu-gandeng-jsi-lakukan-quick-count-23826

Rabu, 12 Mei 2010

Quick Count: Imran-Sutoardjo Unggul di Pilkada Konawe Selatan

* Hasil Quick Count Unsultra dan JSI

Andoolo, Kepres - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sabtu (8/5) berjalan sukses, lancar, dan aman.
Untuk sementara jumlah suarat suara sah hasil rekap KPU Konsel, bekerja sama dengan
perhitungan cepat Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), pasangan calon bupati dan wakil bupati Konsel, dengan slogan "Sehati" Drs H Imran MSi-Drs H Sutoardjo Pondiu MSi mengungguli empat kandidat lainnya.

Hasil sementara perhitungan cepat Unsultra hingga pukul 14.57 Wita kemarin, pasangan Imran-Sutoardjo memperoleh 58.651 suara (43,78%), disusul pasangan Surunuddin Dangga-Muctar Silondae 47.147 suara (35,19%). Posisi ketiga pasangan Rustam Tamburaka-Bambang Setiobudi 24.334 suara (18,16%), dan pasangan Drs Ashar MM-Yan Sulaiman meraih 3.832 suara (2,86 %). Data ini sudah mencapai 540 dari 550 TPS yang ada di seluruh Konsel.

Sementara itu data quick count (perhitungan cepat) dari Jaringan Suara Indonesia (JSI) , Sabtu (8/5), yang dihitung sejak perhitungan suara hingga pukul 17.00 Wita, pasangan "Sehati" juga unggul dari surat suara calon bupati dan wakil bupati lainnya. Di mana pasangan Imran-Sutoardjo meraih 43, 49 persen, Surunuddin Dangga-Muchtar Silondae 35,85 persen, Rustam Tamburaka-Bambang Setiobudi 18,34 persen dan pasangan Drs Ashar-Yan Sulaiman 2,31 persen.

Melihat hasil sementara JSI, pasangan ichumben langsung melakukan pertemuan
dengan sejumlah tim pemenangan, simpatisan dan keluarga besarnya di padepokan rumah jabatan Bupati Konsel yang dipandu langsung Muh Endang SA, Ketua umum kampanye pasangan "Sehati" yang juga menjabat wakil ketua DPRD Sultra.

Pada kesempatan itu, Imran menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada
semua masyarakat Kabupaten Konsel, untuk mempercayakan kembali dirinya (Drs H Imran
MSi) dan Drs H Sutoardjo Pondiu) menjadi bupati dan wakil bupati Konsel periode
2010-2015 mendatang.

“Meski hanya hasil sementara, persentase ini kita sudah bisa mengatakan kemenangan
untuk “Sehati”. Terima kasih untuk pendukung saya, “ ujarnya.
Dikatakannya, meski baru seumur jagung usia daerah itu mekar dari daerah induknya kabupaten Konawe, tetapi masyarakat Konsel telah mampu menjalankan demokrasi Pilkada
yang bersih, aman dan kondusif.

“Saya bangga dengan pesta demokrasi tahun ini. Animo masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya mencapai 88 persen. Ini artinya, kesadaran demokrasi masyarakat cukup baik dalam menyambut pemilihan bupati dan wakil bupati Konsel, “ tuturnya.

Setelah dinyatakan unggul sementara, Imran langsung menerima ucapan selamat dari para kerabat dekatnya melalui via short message system (SMS). Ucapan selamat masuk pertama kali dari Bupati Muna, Ridwan ST yang juga Ketua DPD I Golkar, disusul ucapan selamat dari Pengurus Pusat (PP) Partai Demokrat Andi Mallarangeng, Ketua DPW PAN Sultra H Nur Alam yang juga menjabat sebagai Gubernur Sultra, serta masih banyak lagi ucapan selamat dari kerabat dan pendukung lainnya. Cr2/A/DUL

Data Perhitungan Cepat

No. PASANGAN SUARA PERSENTASE PERHITUNGAN CEPAT UNSULTRA dan JSI

1. Imran-Sutoardjo Pondiu 58.651 (43,78), (43,49)

2. Surunuddin Dangga-Muctar Silondae 47.147 (35,19), (35,85)

3. Rustam Tamburaka-Bambang Setiobudi 24.334 (18,16), (18,34)

4. Drs Ashar MM-Yan Sulaiman 3.832 (2,86) (2,31)

(Sumber: http://kendariekspres.com/content/view/8027/1/)

Selasa, 04 Mei 2010

JSI: PASANGAN "RIDHA" UNGGUL PIMILUKADA BUTUR

Kendari, 29/4 (Antara/FINROLL News) - Hasil perhitungan cepat yang dilakukan lembaga survei politik "Jaringan Suara Indonesia" (JSI) menempatkan pasangan calon bupati/wakil bupati Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Zakariah/Harmin Hari (RIDHA) unggul pada pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) yang berlangsung Kamis (29/4).

Direktur Riset JSI Eka Kusmayadi kepada wartawan di Kendari Kamis mengatakan, pasangan RIDHA memperoleh suara sekitar 38,65 persen yang menungguli empat pasangan calon bupati/wakil bupati periode 2010-2015 lainnya.

Sementara perolehan suara kedua diraih pasangan Hj. Sumarni/Abu Hasan (MAHA) sekitar 31,60 persen, menyusul pasangan La Ode Hasirun/Mustamlin Daly (HARUM) 24,18 persen, pasangan Alimuddin/La Ode Asnawir (ALAS) 4,01 persen dan pasangan Yusuf/Aidin (YA) 1,56 persen.

Ia mengatakan, dari enam kecamatan yang ada di Buton Utara, lima kecamatan dimenangkan pasangan RIDHA yang diusung oleh koalisi PAN, PPP, PKPI dan Partai Patriot sementara kemenangan pasangan MAHA yang diusung dari Partai Golkar, PKS dan Partai RepublikaN itu hanya satu kecamatan.

Kemenangan pasangan RIDHA diraih di 60 tempat pemungutan suara (TPS) dari 94 TPS yang tersebar di enam kecamatan di Buton Utara.

Menurut Kusmayadi, pasangan RIDHA unggul pada pemilukada pertama di daerah pemekaran dari Kabupaten Muna tahun 2007 itu karena masyarakat umumnya lebih senang pada pasangan yang berpengalaman membangun daerah setempat ketimbang pasangan lain.

Calon bupati Ridwan Zakariah merupakan mantan penjabat bupati Buton Utara, sedangkan calon bupati lain yang merupakan mantan pejabat di daerah itu antara lain La Ode Hasirun (Sekda kabupaten Buton Utara), dan calon wakil bupati Abu Hasan sebagai Kadispora.

Hasil survei JSI yang menurunkan personilnya sebanyak 80 orang untuk memantau Pemilukada tersebut, kata Kusmayadi, masyarakat yang menggunakan hak pilihnya mencapai 83,13 persen atau berjumlah 24.370 pemilih dari 34 ribu wajib pilih, dengan `sampling error` sekitar satu persen.

"Teknik sampel dalam `quick count` perolehan suara Pemilukada ini dilakukan secara proporsional dan acak seluruh kecamatan pada 60 TPS yang diteliti," katanya seraya menambahkan, teknik penarikan sampel digunakan secara `systematic random sampling` TPS di masing-masing wilayah, sehingga dapat terwakili oleh sampel terpilih.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari pihak KPU Kabupaten Buton Utara mengenai hasil perolehan suara kelima pasangan calon bupati dan wakil bupati tersebut.

Sementara itu, Kapolres Kabupaten Muna yang membawahi wilayah Kabupaten Utara, AKBP Rahmat Pamuji yang dikonfirmasi ANTARA mengatakan, pelaksanaan Pemilukada Buton Utara berlangsung lancar dan kondusif.

"Sejak pemungutan suara mulai pukul 07.00 wita antusias masyarakat yang menyalurkan hak pilihnya sangat tinggi sehingga harus antri di setiap TPS, namun berlangsung tertib dan lancar,` ujarnya seraya menambahkan, sampai saat ini tidak ada riak-riak politik.

Ia mengatakan, di 94 TPS yang tersebar di enam kecamatan di Buton Utara, ditugaskan minimal satu personil polisi satu TPS, atau 40 personil setiap kecamatan, selain itu juga dilakukan patroli untuk memantau pelaksanaan pemilukada tersebut.